Contohkerjasama di sekolah ini dilakukan dengan membentuk grup piket yang terdiri dari 3 - 5 orang. Dalam kelompok tersebut harus mampu membagi tugas masing-masing untuk membersihkan ruangan kelas misalnya saja ada yang bagian menyapu, merapikan tempat duduk, mengepel dan sebagainya. 2. Pemberian Tugas Kelompok.
Tujuankegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan antar paguyuban lingkup HKJM Kota Jayapura. Dengan harapan, dapat menumbuhkan keakraban dan kebersamaan sehingga muncul rasa persaudaraan antar sesama anggota dan kegiatan ini rutin dilakukan setiap dua minggu sekali.
Lebihdalam, Sigit juga berharap Hari Raya Idul Fitri dapat menjadi momentum untuk memperkuat tali persaudaraan dan persatuan. Demi mewujudkan Indonesia yang tangguh dan tumbuh. "Semoga Allah SWT, melimpahkan rahmat dan karunia kepada kita sekalian untuk senantiasa mempererat tali persaudaraan, memperkokoh kebersamaan.
Mempereratpersaudaraan dan kebersamaan; Mendorong timbulnya semangat gotong royong dan kekeluargaan; Menjadikan pekerjaan yang berat menjadi ringan dan cepat diselesaikan; Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja; Related Posts. Sunah-sunah Wudhu adalah sebagai berikut.
Jawaban A. A. 1,2, dan 3 Dilansir dari Ensiklopedia, 1. mempererat persaudaraan dan kebersamaan, 2. mendorong timbulnya semangat gotong royong dan kekeluargaan, 3. menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, 4. adanya kecenderungan mencapai kesejahteraan. arti pentingnya kerjasama ditunjukkan dengan pernyataan nomor a. 1,2, dan 3.
Denganadanya gotong royong, tanpa disadari dapat mempererat kebersamaan dan persaudaraan tanpa mengenal suku, ras, agama, profesi dan lain sebagainya; Dengan dilakukannya gotong royong maka keamanan lingkungan semakin terjamin, ketentraman serta kedamaian juga semakin terasa karena para warganya saling peduli dan saling membantu antar sesama
LZAhuKw. Merayakan kebersamaan menjadi penanda memelihara persaudaraan dan menghormati perbedaan. Inilah yang melatarbelakangi sebuah kegiatan bermain bersama anak-anak. Indonesia memiliki keragaman budaya, suku, dan agama. Kegiatan ini bertujuan menanamkan sikap memelihara persaudaraan, menghargai kelompok yang berbeda, menumbuhkan semangat kebersamaan serta menanamkan kecintaan sebagai saudara sebangsa dan setanah air Indonesia kepada anak-anak. Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak sahabat TPA-Taman Pendidikan Al Qurâan. Secara khusus, kegiatan ini turut menanamkan nilai-nilai toleransi kepada anak-anak sejak dini sehingga diharapkan mereka tumbuh menjadi muslim yang toleran, menghormati perbedaan, dan memelihara persaudaraan. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Jawiriyah, Karanganyar pada Minggu, 16 Desember 2018. Sekitar 60 anak dari 5 TPA/Taman Pendidikan Al Quâran di Karanganyar-Surakarta mengikuti kegiatan yang berlangsung pagi hingga siang hari itu. Mereka berasal dari TPA-TPA Al Jawiriyah Karanganyar, Muttaqin Karanganyar, Al Hidayah Karanganyar, Al Furqon Surakarta, dan Baiturrahman Surakarta. Hari itu cuaca silih berganti. Sebentar langit tampak mendung lalu berganti cerah dan mentari memancarkan sinarnya. Tak lama kemudian kembali mendung dan gerimis membasahi halaman Masjid Al Jawiriyah. Namun semua itu tak menyurutkan semangat anak-anak untuk berkumpul dan bermain bersama. Tampak di sana anak laki-laki mengenakan peci dan anak perempuan mengenakan jilbab. Acara dimulai dengan mengajak anak-anak menyanyikan lagu Indonesia Raya, sebagai upaya memupuk rasa cinta tanah air. Selanjutnya anak-anak diajak mendengarkan cerita tentang keberagaman dan bermain bersama dalam suatu kelompok. Sebagian dari mereka ada yang telah saling mengenal. Ada juga yang baru pertama kali bertemu sehingga ada beberapa anak yang merasa canggung. Namun bentuk permainan dalam kelompok pada akhirnya mendorong mereka untuk saling berkenalan, tertawa bersama, dan membangun kekompakkan dalam kelompoknya. Keceriaan berlanjut dalam makan siang bersama yang menandai acara telah usai. Anak-anak yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil duduk melingkar menyantap nasi dan aneka lauk pauk yang telah tersedia dalam satu wadah. Salah satu yang menarik dalam kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak seperti menghormati orang tua, setia menjalankan ajaran agamanya, memelihara persaudaraan, dan menghormati perbedaan. Perbedaan yang kita miliki merupakan anugerah yang selayaknya disyukuri. Indonesia memiliki keberagaman budaya, agama, suku/etnis yang merupakan kekayaan yang sudah sepatutnya kita rawat bersama. Perbedaan yang timbul karena keberagaman inilah yang saling melengkapi dan menjadikan hidup lebih berwarna. Salah satu bentuk tanggung jawab kita adalah menularkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus untuk mensyukuri dan merawat keberagaman yang kita miliki. Kebersamaan dalam keberagaman ini juga menandakan bahwa kita menjadi bagian dari yang lain. Komunitas kita merupakan bagian dari komunitas lain. Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tapi satu jua. Sebab sebagaimana kata pepatah âBersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.â Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk saling melengkapi. Untuk itulah kita perlu merawat keberagaman. Menyadari bahwa kita bagian dari komunitas yang beragam, menghormati perbedaan, memelihara persaudaraan, dan merayakan kebersamaan dalam keberagaman merupakan upaya-upaya mensyukuri dan melestarikan keberagaman yang kita miliki. [Cicilia Dwi Wuryaningsih]
Quelque 36 hommes sont habituellement considĂ©rĂ©s comme Ă©tant les PĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration. Ceux-ci ont reprĂ©sentĂ© les colonies de lâAmĂ©rique du Nord britannique lors dâau moins une des confĂ©rences qui ont menĂ© Ă la ConfĂ©dĂ©ration et Ă la crĂ©ation du Dominion du Canada le 1er juillet 1867, notamment la ConfĂ©rence de Charlottetown septembre 1864, la ConfĂ©rence de QuĂ©bec octobre 1864 et la ConfĂ©rence de Londres dĂ©cembre 1866 Ă mars 1867. Mis Ă part les 36 hommes initialement inclus, la question de savoir qui dâautre pourrait recevoir ce titre a fait lâobjet de plusieurs dĂ©bats. La dĂ©finition peut ĂȘtre Ă©tendue de maniĂšre Ă inclure ceux dont la participation sâest avĂ©rĂ©e essentielle pour la crĂ©ation du Manitoba, le ralliement de la Colombie-Britannique et de Terre-Neuve Ă la ConfĂ©dĂ©ration, et la crĂ©ation du Nunavut voir aussi PĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration tableau. Quelque 36 hommes sont habituellement considĂ©rĂ©s comme Ă©tant les PĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration. Ceux-ci ont reprĂ©sentĂ© les colonies de lâAmĂ©rique du Nord britannique lors dâau moins une des confĂ©rences qui ont menĂ© Ă la ConfĂ©dĂ©ration et Ă la crĂ©ation du Dominion du Canada le 1er juillet 1867, notamment la ConfĂ©rence de Charlottetown septembre 1864, la ConfĂ©rence de QuĂ©bec octobre 1864 et la ConfĂ©rence de Londres dĂ©cembre 1866 Ă mars 1867. Mis Ă part les 36 hommes initialement inclus, la question de savoir qui dâautre pourrait recevoir ce titre a fait lâobjet de plusieurs dĂ©bats. La dĂ©finition peut ĂȘtre Ă©tendue de maniĂšre Ă inclure ceux dont la participation sâest avĂ©rĂ©e essentielle pour la crĂ©ation du Manitoba, le ralliement de la Colombie-Britannique et de Terre-Neuve Ă la ConfĂ©dĂ©ration, et la crĂ©ation du Nunavut voir aussi PĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration tableau. La ConfĂ©rence de QuĂ©bec en 1864, tenue pour Ă©tablir les bases d'une union des provinces de l'AmĂ©rique du Nord britannique. Autres figures importantes de la ConfĂ©dĂ©ration En fait, plusieurs dĂ©lĂ©guĂ©s admis au rang de pĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration nâont assistĂ© quâĂ une ou deux confĂ©rences. En outre, les reprĂ©sentants de lâĂle-du-Prince-Ădouard et de Terre-Neuve refusent au bout du compte de soutenir la ConfĂ©dĂ©ration Lâ la rejoint en 1873, et Terre-Neuve-et-Labrador fait de mĂȘme en 1949. Les femmes et les filles des 36 hommes initialement dĂ©signĂ©s ont Ă©galement Ă©tĂ© dĂ©crites comme Ă©tant les MĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration pour le rĂŽle quâelles ont jouĂ© dans lâorganisation des activitĂ©s sociales qui ont constituĂ© des Ă©tapes essentielles au bon dĂ©roulement des confĂ©rences de Charlottetown, de QuĂ©bec et de Londres. MĂȘme si sir John A. Macdonald est habituellement considĂ©rĂ© comme Ă©tant le principal architecte de la ConfĂ©dĂ©ration, plusieurs universitaires, journalistes et organismes spĂ©cialisĂ©s dans le patrimoine ont soutenu lâimportance dâautres personnages tels que George Brown et sir George-Ătienne Cartier. ConfĂ©rence de Charlottetown 1864 La ConfĂ©rence de Charlottetown du 1er au 9 septembre 1864 devait porter sur la possibilitĂ© dâunir les colonies maritimes. AprĂšs que les reprĂ©sentants de la Province du Canada ont demandĂ© Ă ĂȘtre inclus, la discussion sâĂ©tend sur la question plus vaste de lâunion de lâ AmĂ©rique du Nord britannique. Terre-Neuve est invitĂ©e Ă participer, mais lâinvitation arrive trop tard pour que la colonie puisse envoyer une dĂ©lĂ©gation. La confĂ©rence se distingue par les somptueux banquets et bals qui accompagnent les discussions. Ă la fin des discussions, les dĂ©lĂ©guĂ©s approuvent en principe lâunion proposĂ©e par la Province du Canada et programment une autre confĂ©rence pour le mois suivant, Ă QuĂ©bec. ConfĂ©rence de QuĂ©bec 1864 Ă la ConfĂ©rence de QuĂ©bec du 10 au 27 octobre 1864, les dĂ©lĂ©guĂ©s discutent des dĂ©tails de la ConfĂ©dĂ©ration proposĂ©e et approuvĂ©e Ă Charlottetown. La confĂ©rence se conclut par les 72 rĂ©solutions de QuĂ©bec, qui forment la base de la Constitution du Canada. AprĂšs le rejet de ces rĂ©solutions par lâĂle-du-Prince-Ădouard et Terre-Neuve, la Nouvelle-Ăcosse, le Nouveau-Brunswick et la Province du Canada sont les seules parties qui restent en faveur de lâunion. Les dĂ©lĂ©guĂ©s du Nouveau-Brunswick et de la Nouvelle-Ăcosse font cependant face Ă une importante opposition Ă lâintĂ©rieur mĂȘme de leur propre province Voir aussi Les adversaires de la ConfĂ©dĂ©ration ; Mouvement sĂ©cessionniste. ConfĂ©rence de Londres 1866â1867 Lors de la ConfĂ©rence de Londres du 4 dĂ©cembre 1866 Ă mars 1867, 16 dĂ©lĂ©guĂ©s reprĂ©sentant la Nouvelle-Ăcosse, le Nouveau-Brunswick et la Province du Canada se rĂ©unissent en Angleterre pour rĂ©diger lâActe de lâAmĂ©rique du Nord britannique. Cette loi, basĂ©e sur les 72 rĂ©solutions publiĂ©es Ă lâissue de la ConfĂ©rence de QuĂ©bec, accorde des concessions mineures aux Maritimes. Elle contient aussi des dispositions pour lâinclusion future de lâĂle-du-Prince-Ădouard, de Terre-Neuve, du Territoire du Nord-Ouest et de la Colombie-Britannique. Joseph Howe, de la Nouvelle-Ăcosse, est Ă©galement Ă Londres au sein dâune dĂ©lĂ©gation opposĂ©e Ă lâunion voir Les adversaires de la ConfĂ©dĂ©ration. MalgrĂ© tout, lâActe de lâAmĂ©rique du Nord britannique est facilement adoptĂ© par le Parlement britannique. La reine Victoria lui donne force de loi en le signant le 29 mars 1867. CrĂ©ation du Manitoba 1870 Louis Riel, le chef de la rĂ©bellion de la riviĂšre Rouge, est souvent prĂ©sentĂ© comme le PĂšre de la ConfĂ©dĂ©ration du Manitoba. En 1869, le gouvernement canadien nĂ©gocie une entente visant Ă acheter la Terre de Rupert Ă la Compagnie de la Baie dâHudson. Les MĂ©tis de la colonie de la riviĂšre Rouge, qui nâont pas Ă©tĂ© consultĂ©s lors de la prĂ©paration de cette entente, craignent que leurs droits soient ignorĂ©s Ă lâissue du transfert. Sous la direction de Louis Riel, les MĂ©tis prennent le contrĂŽle du poste de commerce Upper Fort Garry. Ils dĂ©clarent en outre la mise en place dâun gouvernement provisoire et envoient des dĂ©lĂ©guĂ©s Ă Ottawa pour nĂ©gocier lâentrĂ©e de la colonie de la riviĂšre Rouge dans la ConfĂ©dĂ©ration. Le gouvernement canadien se voit alors forcĂ© de cĂ©der aux demandes des MĂ©tis. En mai 1870, la nouvelle province du Manitoba est créée aux termes de la Loi sur le Manitoba. Cette loi accorde Ă©galement aux MĂ©tis un titre de propriĂ©tĂ© portant sur leurs terres situĂ©es le long des riviĂšres Rouge et Assiniboine ainsi que 1,4 million dâacres supplĂ©mentaires pour leurs descendants. Elle garantit aussi les droits linguistiques et religieux associĂ©s Ă la langue française et au catholicisme. MalgrĂ© cette victoire, Louis Riel nâest pas amnistiĂ© aprĂšs sa condamnation pour avoir dirigĂ© un soulĂšvement contre le gouvernement canadien. Il est forcĂ© de sâenfuir aux Ătats-Unis et est plus tard exĂ©cutĂ©. Le 10 mars 1992, le Parlement adopte Ă lâunanimitĂ© une rĂ©solution qui dĂ©signe Louis Riel comme Ă©tant le fondateur du Manitoba. Devant la Chambre des communes, le dĂ©putĂ© Joe Clark annonce que [L]e moment est arrivĂ© de marquer le rĂŽle primordial et positif quâa jouĂ© Louis Riel dans la dĂ©fense des intĂ©rĂȘts du peuple mĂ©tis et sa contribution au dĂ©veloppement politique de lâOuest et du Canada ». Voir aussi Le Manitoba et la ConfĂ©dĂ©ration. Portrait de Louis Riel, 1873. La Colombie-Britannique entre dans la ConfĂ©dĂ©ration 1871 Le personnage habituellement associĂ© Ă lâentrĂ©e de la Colombie-Britannique dans la ConfĂ©dĂ©ration est Amor de Cosmos. En tant que membre du Conseil lĂ©gislatif de la Colombie-Britannique, il introduit dĂšs mars 1867 une rĂ©solution rĂ©clamant lâinclusion de la province dans la ConfĂ©dĂ©ration. En mai 1868, Amor de Cosmos aide Ă lâĂ©tablissement de la Confederation League, dont lâobjectif est de rallier le soutien du public pour lâunion avec le Canada. En 1870, il prend part aux grands dĂ©bats sur la ConfĂ©dĂ©ration » qui amĂšnent le Conseil lĂ©gislatif Ă voter lâenvoi dâune dĂ©lĂ©gation Ă Ottawa pour nĂ©gocier lâentrĂ©e de la province dans la ConfĂ©dĂ©ration. Voir aussi La Colombie-Britannique et la ConfĂ©dĂ©ration. Terre-Neuve entre dans la ConfĂ©dĂ©ration 1949 Pendant la crise Ă©conomique des annĂ©es 1930, Terre-Neuve croule sous les dettes. Afin dâaider la province Ă rĂ©organiser son Ă©conomie, une Commission de gouvernement est mise sur pied le 16 fĂ©vrier 1934. Un gouverneur y agit sur les conseils de six commissaires nommĂ©s par le gouvernement britannique. AprĂšs la relance de lâĂ©conomie locale dynamisĂ©e par la DeuxiĂšme Guerre mondiale, les Terre-Neuviens demandent le rĂ©tablissement dâun gouvernement responsable. Le gouvernement britannique forme en 1946 la convention nationale », qui inclut 45 dĂ©lĂ©guĂ©s Ă©lus de Terre-Neuve et du Labrador. Lâobjectif de la convention est de dĂ©terminer quelles formes de gouvernement pourraient remplacer la Commission. Deux factions principales Ă©mergent ceux qui sont en faveur dâun gouvernement responsable, avec Ă leur tĂȘte Peter Cashin, et ceux qui prĂ©fĂšrent lâunion avec le Canada, avec pour leader Joey Smallwood. Smallwood signant l'entente qui fait entrer Terre-Neuve au sein du Canada, 11 dĂ©cembre 1948. La convention prĂ©voit un rĂ©fĂ©rendum sur lâavenir politique de Terre-Neuve le 3 juin 1948. La Confederate Association, la Responsible Government League et lâEconomic Union Party qui soutient lâannexion par les Ătats-Unis militent tous sur la question. Les rĂ©sultats de ce premier rĂ©fĂ©rendum ne sont pas concluants, le groupe en faveur dâun gouvernement responsable ressortant vainqueur, mais sans obtenir une claire majoritĂ©. Les partisans de lâunion avec le Canada gagnent le deuxiĂšme rĂ©fĂ©rendum tenu le 22 juillet 1948 avec 78 323 votes 52,3 % contre 71 334 votes 47,7 % pour lâindĂ©pendance. Un amendement de lâActe de lâAmĂ©rique du Nord britannique la Loi sur Terre-Neuve finalise les conditions dâadhĂ©sion de la province. Fervent partisan de la ConfĂ©dĂ©ration, Joseph Smallwood, le dernier PĂšre de la ConfĂ©dĂ©ration », devient le leader du Parti libĂ©ral et occupe le poste de premier ministre de Terre-Neuve-et-Labrador jusquâen 1972. Voir aussi Terre-Neuve-et-Labrador et la ConfĂ©dĂ©ration ; Projet de loi de Terre-Neuve ; Terre-Neuve se joint au Canada. CrĂ©ation du Nunavut 1999 Les communautĂ©s inuites prĂ©sentent leur demande dâautonomie gouvernementale dans lâEst de lâArctique dans les annĂ©es 1970, Ă la suite des procĂšs intentĂ©s par les Nisgaâa dans le Nord-Ouest de la Colombie-Britannique, les Innus et les Cris au QuĂ©bec, et les DĂ©nĂ©s dans lâOuest de lâArctique voir Revendications territoriales des Autochtones. Avec lâaide de lâInuit Tapirisat of Canada ITC â un comitĂ© organisateur dâInuits fondĂ© en 1971 par Tagak Curley ÂÂâ les Inuits prĂ©sentent leur premiĂšre revendication territoriale au gouvernement fĂ©dĂ©ral en 1976. Le plan est ultĂ©rieurement retirĂ© Ă cause dâun manque de participation de la communautĂ© et de la complexitĂ© de la proposition. La Commission inuite de revendications territoriales des Territoires du Nord-Ouest prĂ©sente une version simplifiĂ©e du document en 1977, mais les discussions sâenlisent. Le groupe est alors dissous pour ĂȘtre remplacĂ© par le Projet de revendications territoriales du Nunavut. En 1979, lâITC rĂ©dige une revendication basĂ©e sur les dispositions proposĂ©es dans les textes antĂ©rieurs, notamment la division des Territoires du Nord-Ouest. Lors dâun rĂ©fĂ©rendum organisĂ© en 1982, une majoritĂ© dâĂ©lecteurs 56 % soutiennent la proposition. La FĂ©dĂ©ration Tungavik de Nunavut est donc créée et assume les fonctions jusquâalors associĂ©es au Projet de revendications territoriales du Nunavut. LâAccord sur les revendications territoriales du Nunavut est signĂ© en septembre 1992 aprĂšs avoir recueilli une Ă©crasante majoritĂ© 84,7 % lors du rĂ©fĂ©rendum organisĂ© Ă cette occasion. La Loi sur le Nunavut est adoptĂ©e le 10 janvier 1993 et son entrĂ©e en vigueur doit se faire avant le 1er avril 1999. Câest ainsi que le Nunavut â Notre Terre » devient le troisiĂšme territoire du Canada. John Amagoalik, prĂ©sident de lâITC, est nommĂ© commissaire en chef de la Commission dâĂ©tablissement du Nunavut. Paul Okalik devient le premier » premier ministre du territoire Ă lâissue de lâĂ©lection organisĂ©e le 15 fĂ©vrier 1999 pour constituer lâAssemblĂ©e lĂ©gislative du Nunavut. Helen Maksagak est alors nommĂ©e au poste de premier commissaire du Nunavut. Voir aussi Le Nunavut et la ConfĂ©dĂ©ration. MĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration Plusieurs historiens ont remarquĂ© lâabsence des femmes dans les rĂ©cits des Ă©vĂ©nements qui amĂšnent Ă la crĂ©ation du Canada. Les femmes et les filles des politiciens qui se rĂ©unissent en 1864 participent pourtant aux activitĂ©s sociales qui ponctuent les confĂ©rences. Elles ont agi, comme lâa notĂ© un observateur, en tant quâ alliĂ©es lors de la construction de la nation ». Câest aussi grĂące aux documents laissĂ©s par ces femmes Ă la postĂ©ritĂ©, notamment des lettres Anne Nelson Brown, des journaux intimes Mercy Coles et des biographies Lady Agnes Macdonald, que lâon a pu mieux comprendre comment les dĂ©cisions ont Ă©tĂ© prises Ă lâĂ©poque. Ces femmes sont connues collectivement comme Ă©tant les MĂšres de la ConfĂ©dĂ©ration ». On sâefforce aujourdâhui dâinclure leur vĂ©cu dans le rĂ©cit retraçant les dĂ©buts de la ConfĂ©dĂ©ration. BibliothĂšque et Archives Canada, C-006511en.
JawabanTidak membeda-bedakan agama,ras,suku,bangsaMaaf klo slh Jawabandengan saling tolong menolong dan berbuat baik kepada sesama..maaf kalo salah
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, ampunan, dan kasih sayang. Di mana setiap dari kita lebih rajin meningkatkan ibadah untuk menjadi hamba yang bertakwa. Di mana dari setiap kita lebih mudah untuk memaafkan orang untuk mendapat ampunan Tuhan. Di mana setiap dari kita lebih ringan untuk saling berbagi dan memberi agar mendapat berkah dari ilahi. Semua itu, adalah wujud dari bulan Ramadhan sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan di antara kita. Persaudaraan merupakan fundamen penting dalam membangun kemanjuan bangsa dan negara. Tanpa adanya rasa persaudaraan, mustahil kebersamaan bisa dirajut. Tanpa adanya kebersamaan, tak mungkin kemajuan dapat kita rebut. Sebab itulah, di bulan Ramadhan ini rasa pesaudaraan perlu kita perkuat untuk memupuk kebersamaan demi kemajuan bangsa dan negara. Islam pun mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan di antara umat manusia. Pasalnya, persaudaraan menjadi penyangga tatanan kehidupan yang kokoh dalam sebuah masyarakat. Tidak akan terbentuk sebuah masyarakat dan bangsa yang maju, bila di dalamnya tidak ada spirit persaudaraan. Al-Quran menegaskan agar umat manusia selalu membangun tali persaudaraan di antara mereka QS. al-Nisa [4] 1. Ayat di atas, secara eksplisit menyeru kepada setiap manusia, tidak hanya umat Muslim saja, tetapi seluruh umat manusia tanpa terkecuali untuk membangun tali persaudaraan. Artinya, al-Quran tidak hanya memerintahkan untuk membangun ukhuwwah Islamiyyah saja, tetapi juga ukhuwwah basyariyyah dan ukhuwwah wathaniyyah. Dalam konteks ini, bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, khususnya persaudaraan antarsesama umat Muslim. Bulan Ramadhan bisa dijadikan momentum untuk saling bersilaturahim guna memperkuat tali persaudaraan tersebut. Setidaknya, ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, bulan Ramadhan adalah sarana memupuk kebersamaan umat Muslim. Kebersamaan di bulan ramadhan terasa kental sekali jika kita lihat berbagai macam ritual ibadah dan tradisi yang dilaksanakan. Shalat tarawih, tadarus al-Quran, kultum Subuh hingga buka bersama adalah aktivitas ritual ibadah yang sarat kebersamaan di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan umat Muslim berbondong-bondong ke Masjid untuk melaksanakan ibadah tersebut guna mencapai derajat Muslim yang bertakwa. Shalat tarawih misalnya, masjid selalu terisi penuh oleh jemaah. Kalau pada hari biasa orang-orang cenderung sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing, tetapi di bulan Ramadhan mereka selalu berusaha menghentikan kesibukan mereka sedari sore menjelang magrib. Mereka bersiap memfokuskan segala aktivitasnya di malam hari untuk merebut pahala shalat tarawih berjamaah di masjid. Di sinilah kebersamaan umat Islam terasa lebih kuat. Dan karena kebersamaan itu, tali persaudaraan pun terasa lebih erat pula. Kedua, budaya bersedekah, saling berbagi dan memberi di bulan puasa. Kita temui di bulan Ramadhan banyak sekali orang-orang, lembaga masyarakat, DKM masjid, hingga organisasi pergerakan mahasiswa yang dengan suka rela berbagi takjil, makanan buka puasa hingga sembako. Budaya saling berbagi dan memberi ini hampir rata kita saksikan di seluruh penjuru Tanah Air. Saya menyaksikan sendiri, betapa terenyuhnya hati saya ketika melihat sekelompok organisasi mahasiswa membagikan takjil dan makanan buka puasa kepada pada sopir angkot, tukang ojek online, hingga pengendara umum di jalanan menjelang magrib. Mahasiswa, yang mungkin secara ekonomi masih terhitung belum mapan, tetapi faktanya di bulang Ramadhan ini mereka tetap bisa berbagi kepada sesama anak bangsa. Begitu pula pembagian takjil dan makanan buka puasa di masjid. Orang-orang yang datang duduk melingkar, menghadap sajian buka puasa, menunggu beduk Magrib ditabuh, untuk kemudian menyantap makanan yang tersedia bersama-sama. Bagi saya, semua itu merupakan sebuah budaya di bulan Ramadhan yang kian mempererat rasa persaudaraan kita. Sudah selayaknya budaya bersedekah, berbagi, dan memberi seperti ini terus dilestarikan dan dikembangkan. Tidak saja hanya dilakukan di bulan Ramadhan tetapi juga di hari-hari biasa. Kenyataannya, masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan kita untuk sekadar makan dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Saya yakin, jika hal ini dapat dilakukan, rasa persaudaraan kita, bahkan rasa persaudaraan nasional dapat segera dicapai. Dan pada akhirnya, kemajuan bangsa pun akan diraih. Akhir kata, bulan Ramadhan pada intinya telah mengajari kita tentang apa arti kebersamaan, saling berbagi, juga saling memberi. Dengan kebersamaan, berbagi, dan memberi di bulan Ramadhan rasa persaudaraan kita tumbuh. Walhasil, tidak salah kalau kita menyebut bulan Ramadhan adalah momentum untuk mempererat tali persaudaraan, khususnya persaudaraan sesama Muslim. Semoga bulan Ramadhan ini, tali persaudaraan kita semakin erat dan mesra.
Gimana ya caranya supaya kita bisa mempunyai banyak saudara dan teman?. Apalagi bagi kita yang merupakan pendatang di sebuah kota atau daerah di mana hanya sedikit saja orang yang kita kenal. Sebagai makhluk sosial, kita pasti membutuhkan orang lain. Semakin banyak saudara dan teman yang kita miliki, akan semakin baik untuk hidup kita. Teman bisa menjadi jalan rezeki. Banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dari pertemanan dan persaudaraan. Sebab itulah kita harus selalu mempertahankan setiap saudara dan teman yang kita miliki. Mereka merupakan salah satu dari hal terpenting dalam hidup kita. Banyak hubungan pertemanan yang kemudian berkembang menjadi ikatan persaudaraan, bahkan seringkali ada yang lebih baik hubungannya di banding dengan saudara kandung. Jadi untuk bisa memiliki banyak saudara tak harus dari saudara kandung bukan? nah, bagaimana caranya supaya kita bisa memiliki lebih banyak saudara dan teman? yuk kita baca tips berikut ini. 5 cara paling efektif untuk mempererat persaudaraan dan pertemanan Berikut adalah 5 cara untuk mempererat persaudaraan dan pertemanan 1. Selalu bersikap ramah Orang yang ramah disukai semua orang, sebaliknya orang yang jutek atau judes cenderung dijauhi orang. Sikap ramah selalu membuat kita tampak lebih baik di hadapan orang lain. Sikap ramah akan membuat kita mudah diterima oleh siapapun. 2. Membantu secara tulus Ketulusan memang tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan. Ketulusan selalu terasa hangat seperti seduhan teh di pagi hari. Ketulusan akan dirasakan oleh orang lain dan mendekatkan kita kepadanya. Tuhan selalu membesarkan hal kecil yang dilakukan secara tulus dan mengecilkan hal besar yang dilakukan dengan niat atau motif tertentu. Biarlah ketulusan bekerja secara alami dengan izin Tuhan. 3. Berkirim hadiah Nabi Muhammad yang mulia Nabi dan Rasul dalam agama Islam mengatakan bahwa berkirim hadiah dapat memperat jalinan persaudaraan dan pertemanan. Hal ini memang sungguh benar adanya. Tentunya dilakukan dengan niat tulus untuk mempererat persaudaraan, bukan untuk kepentingan bisnis apalagi suap. 4. Saling berkunjung Jika kita ingin selalu diingat oleh orang lain, maka seringlah berkunjung ke rumah orang lain. Orang akan ingat dan sayang kepada kita jika kita sering berkunjung ke rumahnya. Kebiasaan saling berkunjung akan membuat jalinan persaudaraan dan pertemanan menjadi semakin erat. Hal yang perlu kita perhatikan adalah waktu yang tepat untuk berkunjung dan pandai melihat situasi, Jika tuan rumah sedang sibuk, sebaiknya kita tidak berlama-lama sehingga ia tidak terganggu dengan kedatangan kita. 5. Jangan banyak berkeluh kesah Sesungguhnya setiap orang memiliki masalah hidupnya sendiri-sendiri. Jika kita terlalu sering mengumbar keluh dan kesah kita, maka orang lain tak akan menyukai kita dan secara perlahan menjauhi kita. Sebaik-baik tempat berkeluh kesah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Biarlah Tuhan menjaga dan meringankan setiap masalah kita dengan cara yang sempurna, tanpa membuat orang-orang di sekitar kita menjauhi kita. Dengan 5 tips di atas semoga dapat mempererat jalinan persaudaraan dan pertemanan kita. Aamiin
mempererat persaudaraan dan kebersamaan